Jumat, 07 November 2025

Kasus Dugaan Kekerasan di Sekolah, Gubernur Dedi Mulyadi Turun Tangan dan Ajak Semua Pihak Tenang

 Kasus dugaan kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah kembali menarik perhatian publik. Kali ini, peristiwa tersebut terjadi di SMPN 2 Jalancagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat, setelah viralnya video seorang orang tua murid yang memarahi guru di hadapan publik.

Video tersebut ramai dibagikan di berbagai platform media sosial dan memicu pro-kontra di kalangan warganet. Anak dari orang tua tersebut mengaku telah ditampar oleh gurunya karena melanggar aturan sekolah.

Menanggapi situasi yang memanas, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi langsung turun tangan dengan mendatangi sekolah tersebut. Dalam kunjungannya, Dedi berusaha mendengarkan penjelasan dari semua pihak — baik guru, kepala sekolah, maupun orang tua murid.

Sang guru akhirnya memberi keterangan bahwa tindakannya dilatarbelakangi oleh perilaku siswa yang berulang kali melanggar peraturan sekolah.

“Dia pelanggarannya merokok, kemudian berkelahi, mengganggu kelas yang lain, terakhir loncat,” ujar sang guru, dikutip dari unggahan video di Instagram @subang.info (7/11/2025).

Mendengar penjelasan tersebut, Dedi Mulyadi meminta agar persoalan ini dilihat secara utuh, bukan hanya dari satu sisi. Ia memahami bahwa guru mungkin merasa perlu bertindak tegas, namun tetap mengingatkan agar setiap langkah dilakukan dengan bijak.

“Artinya ada kekeliruan atau keistimewaan berulang yang dilakukan oleh anak tersebut dan saya sudah mendengarkan apa yang menjadi latar belakangnya. Selanjutnya nanti saya juga akan bertemu dengan orang tuanya,” kata Dedi.


cr:google

Dalam pernyataannya, Dedi menegaskan bahwa konflik antara orang tua dan guru tidak boleh diselesaikan dengan emosi. Ia menilai, pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga orang tua di rumah.

iket nya pak dedi nihh✨

cr:google
“Guru dan orang tua memiliki tanggung jawab yang sama dalam mendidik anak. Persoalan seperti ini sebaiknya tidak diselesaikan dengan emosi,” tegasnya.
Kasus ini menjadi refleksi penting bagi dunia pendidikan di Indonesia. Hubungan antara sekolah dan orang tua seharusnya dibangun atas dasar saling percaya dan komunikasi terbuka. Dengan begitu, kesalahpahaman bisa diminimalkan, dan setiap permasalahan dapat diselesaikan secara lebih bijak tanpa merugikan pihak manapun.


5 Brand Lokal Indonesia yang bikin kamu keliatan kalcer abis😎🔥

Di tengah ramainya brand luar yang seliweran di timeline, brand lokal justru makin nunjukin taringnya. Bukan cuma soal harga atau kualitas, ...